Sunday, December 14, 2014

Tipe - tipe kepemimipinan


Tipe Otokratik
Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois.

Tipe Paternalistik
Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat di lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama masuarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para anggiota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan. Pemimpin seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Biasanya tiokoh-toko adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap kebersamaan.

Tipe Kharismatik
Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi.

Tipe Laissez Faire
Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi .

Teori Kepemimpinan
1. Teori Keturunan
Inti daripada teori ini, ialah :
a. Leaders are born not made.
b. Seorang pemimpin menjadi pemimpin karena bakat – bakat yang dimiliki sejak dalam kandungan.
c. Seorang pemimpin lahir karena memamng ditakdirkan. Dalam situasi apapun tetap muncul menjadi pemimpin karena bakat-bakatnya.

2. Teori Kejiwaan.
a. Leaders are made and not born.
b. Merupakan kebalikan atau lawan dari teori keturunan.
c. Setiap orang bias menjadi pemimpin melalui proses pendidikan dan pengalaman yang cukup.

3. Teori Ekologis
a. Timbul sebagai reaksi terhadap teori genetis dan teori social.
b. Seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin, apabila pada waktu ahir telah memiliki bakat, dan bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui proses pendidikan yang teratur dan pengalaman.
c. Teori ini memanfaatkan segi-segi positif teori genetis dan teori social.
d. Teori yang mendekati kebenaran.

Referensi:

http://www.cicikresticonsultant.com/tipe-kepemimpinan/

Penyakit Degeneratif


Penyakit degeneratif adalah penyakit akibat penurunan fungsi organ / alat tubuh. Tubuh mengalami defisiensi produksi enzim & hormon, imunodefisiensi, peroksida lipid, kerusakan sel ( DNA ), pembuluh darah, jaringan protein & kulit ( ketuaan ).
Penyakit degeneratif itu sendiri adalah penyakit yang muncul karena adanya penurunan fungsi organ tubuh. Umumnya terjadi pada usia lanjut seiring kemunduran fungsi sel tubuhnya. Contoh penyakit degeneratif antara lain stroke, jantung koroner, diabetes, kanker, gagal ginjal, hepatitis, asam urat, rematik, osteoporosis, alergi saluran pernapasan hingga alergi kulit. Gejala yang tampak (klinis) antara lain adanya keluhan serta hasil laboraturium yang abnormal.
Semakin ke sini, penyakit degeneratif tampaknya tidak hanya milik usia lanjut tetapi juga usia muda. Hal ini bisa terjadi akibat pola hidup yang semakin tidak sehat, misalnya, sering mengonsumsi junk  food, merokok, mengonsumsi alkohol, stres, kurang tidur/istirahat, dan  kurang olahraga.
Faktor penyebab penyakit degenerati antara lain:
  1. Gaya hidup tidak sehat :
    • Kurang olah raga
    • Merokok
    • Alkoholic ( pecandu alkohol )
    • Narkoba
    • Workaholic ( gila kerja )
    • Stres psikologis ( tekanan batin )
  2. Konsumsi lemak jenuh ( kolesterol ), gula murni berlebihan & kurang serat
  3. Obesitas / Kegemukan
  4. Paparan zat kimia ( plastik, Pb, Ar, Hg, zat warna pakaian, asam borak, formalin, dll )
  5. Makanan teroksidasi ( minyak jlantah, pemanasan minyak dg suhu tinggi, daging bakar / panggang )
  6. Makanan kaleng, penambah rasa ( MSG )
  7. Radikal bebas ( polusi udara dari asap motor/mobil, asap pabrik, asap rokok )
  8. Sinar matahari ( jam 09.00 – 15.00 WIB ), pengobatan dg sinar ultra violet jangka panjang

Cara pencegahan dari penyakit degeneratif antara lain:
  1. Gaya hidup sehat
  2. Menu makanan mengandung zat gizi seimbang & bervariasi
  3. Hindari paparan toxic prooksidan ( radikal bebas )
  4. Suplemen antioksidan :
  • Vit. B12 : sistim syaraf & otak
  • Asam folat : merangsang metabolisme homosistein agar tdk mjd plak di arteri
  • Betakaroten : sel kekebalan ( sel T, limfosit ), mencegah oksidasi LDL kolesterol, mencegah penyakit jantung & stroke
  • Vit. E  : mencegah oksidasi LDL kolesterol, menurunkan aterosklerosis
  • Vit. C  : menghambat sel kanker, meningkatkan HDL kolesterol, menurunkan tekanan darah, memperkuat pembuluh darah, meremajakan sel darah putih, membentuk antioksidan endogen glutation
  • Ca  : mencegah oksidasi LDL kolesterol & menurunkan tekanan darah
  • Mg : sistesis ATP, stabilisisasi DNA, RNA, menurunkan tekanan darah, mencegah resistensi insulin, mencegah cardiac arrest
  • Se : Zat kemopreventif, pembetuk antioksidan endogen enzim peroksidase glutation
  • Cr : meningkatkan kerja insulin, mencegah DM
  • Zn : mengaktifkan kelenjar thimus untuk produksi antibodi, pembetuk antioksidan endogen enzim superoksida dismutase ( SOD )
  • Mn : pembetuk antioksidan endogen enzim superoksida dismutase ( SOD )
  • Cu : pembetuk antioksidan endogen enzim superoksida dismutase ( SOD )
  • Koenzim Q- 10 : mencegah oksidasi LDL kolesterol
Menikmati masa tua dengan kondisi sehat secara fisik, mental,dan sosial tentu menjadi dambaan hampir semua orang. Akan tetapi, apakah kita dapat dengan sukses melewati masa muda dan dewasa untuk kemudian mempersiapkan masa tua seperti gambaran tersebut, yaitu sehat fisik, mental dan sosial? Jawabannya, pasti itu bukan hal yang mudah. Untuk itu kita perlu mencegah dan mewaspadai timbulnya penyakit degeneratif ini, dengan menerapkan pola dan cara makan yang sehat dan seimbang, olahraga dan aktivitas fisik yang seimbang, serta hidup sehat dengan tidak mengkonsumsi rokok.
Referensi:

http://www.dbc.hk/radio5/news-detail/Id/1026/type/27/Apa%20itu%20Penyakit%20Degeneratif-

Pasar Bebas ASEAN 2015


Pada 2015 mendatang, kesepakatan Masyakarat Ekonomi ASEAN (MEA) atau pasar bebas ASEAN mulai berlaku. Jika ingin tetap bisa bersaing, Indonesia harus berbenah. Sebab, daya saing beberapa sektor industri utama kita masih kalah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

Indonesia perlu mengantisipasi empat permasalahan saat berada dalam arus pasar bebas 2015.

Pertama, implementasi ASEAN Economic Community (AEC) yang berpotensi akan menjadikan Indonesia sekedar pemasok energi dan bahan baku bagi industrial di kawasan ASEAN, sehingga manfaat yang diperoleh dari kekayaan sumber daya alam sangat minim.

"Kedua, melebarnya defisit perdagangan jasa seiring peningkatan perdagangan barang," ucap Mulyanto.

Kemudian yang ketiga, ia menambahkan, implementasi AEC akan membebaskan aliran tenaga kerja yang berpotensi banjirnya tenaga kerja asing sehingga berdampak pada naiknya remitansi TKI.

"Keempat, implementasi AEC akan mendorong masuknya investasi ke Indonesia dari dalam dan luar ASEAN," jelasnya.
Maka dari itu, kata Mulyanto, Forum Tahunan Pengembangan Iptek dan Inovasi Nasional (IPTEKIN) yang keempat ini diharap akan menjadi salah satu solusi untuk bersaing dalam MEA.

Selain itu Wakil Dekan Bidang Akademik Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) Togar M Simatupang juga menyebut, Indonesia masih harus mempersiapkan berbagai hal. Mulai dari kualitas sumber daya manusia (SDM) maupun dari segi regulasi.

"Kita masih belum siap dikarenakan banyak hal yang belum kita selesaikan, khususnya peraturan-peraturan terkait visa, pajak, logistik, hingga kualifikasi SDM. Akibatnya, kita hanya akan menjadi pekerja saja dan sumber daya alam kita akan diambil semua. Jika terus seperti itu, maka akan ada ketergantungan kepada negara lain dan perlu diingat, ketergantungan itu tidak gratis," ujar Togar, seperti dilansir dari situs ITB, Rabu (30/7/2014).
Menurut Togar, ketidaksiapan ini disebabkan oleh tiga kelemahan Indonesia. Pertama, kecenderungan untuk hanya berpikir jangka pendek tanpa mau berinvestasi jangka panjang, seperti pada pengembangan teknologi milik kita sendiri.

"Kedua, program yang jarang diikuti oleh perencanaan anggaran yang tepat, sehingga hanya bersifat eventual atau sekadar pencitraan saja tanpa kesinambungan dan kelanjutan yang jelas," ungkapnya.

Ketiga, kata Togar, adanya konflik antara pemerintah lokal dan pemerintah pusat hingga masih banyak daerah yang tertinggal secara ekonomi. Inilah yang banyak menyebabkan masalah, mulai dari pengalokasian anggaran tidak pada sektor prioritas hingga kebocoran anggaran di pemerintah lokal.

"Kesimpulannya, bila ingin berbicara di ASEAN, Indonesia perlu memperbaiki terlebih dahulu pekerjaan rumahnya yang masih belum terselesaikan seperti yang tercanangkan pada Millenium Development Goals," imbuh Togar.

Referensi:


Obesitas pada Anak


               Menurut WHO, obesitas sudah merupakan epidemi global dan menjadi problem kesehatan yang harus segera diatasi. Di Indonesia, perubahan gaya hidup  yang menjurus ke westernisasi dan sedentary mengakibatkan perubahan pola makan masyarakat yang merujuk pada pola makan tinggi kalori, lemak dan kolesterol, sehingga berdampak meningkatkan risiko obesitas.
               Prevalensi obesitas pada anak meningkat dari tahun ke tahun, baik di negara maju maupun negara yang sedang berkembang. Disamping itu, obesitas pada anak berisiko tinggi menjadi obesitas dimasa dewasa dan berpotensi menderita penyakit metabolik dan penyakit degeneratif dikemudian hari.
               Obesitas disebabkan oleh keseimbangan energi positif dengan penyebab yang bersifat multifaktorial. Sebagian besar obesitas diduga disebabkan oleh interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan. Oleh karena itu penatalaksanaan obesitas pada anak dengan cara pengaturan diet, peningkatan aktifitas fisik dan modifikasi pola hidup sebaiknya dilaksanakan secara multidisiplin dengan mengikut sertakan keluarga.      Obesitas pada masa anak berisiko tinggi menjadi obesitas dimasa dewasa dan berpotensi mengalami penyakit metabolik dan penyakit degeneratif dikemudian hari. 1,3,4  Profil lipid darah pada anak obesitas menyerupai profil lipid pada penyakit kardiovaskuler  dan anak yang obesitas mempunyai risiko hipertensi lebih besar.4 Penelitian Syarif menemukan hipertensi pada 20 – 30% anak yang obesitas, terutama obesitas tipe abdominal.5 Dengan demikian obesitas pada anak memerlukan perhatian yang serius dan pananganan yang sedini mungkin, dengan melibatkan peran serta orang tua.

Faktor-faktor Penyebab Obesitas.
               Berdasarkan hukum termodinamik, obesitas disebabkan adanya keseimbangan energi positif, sebagai akibat ketidak seimbangan antara asupan energi dengan keluaran energi, sehingga terjadi kelebihan energi yang disimpan dalam bentuk jaringan lemak.3,4 Sebagian besar gangguan keseimbangan energi ini disebabkan oleh faktor eksogen/nutrisional (obesitas primer) sedang faktor endogen (obesitas sekunder) akibat kelainan hormonal, sindrom atau defek genetik hanya sekitar 10%.5
Penyebab obesitas belum diketahui secara  pasti. Obesitas adalah suatu penyakit multifaktorial yang diduga bahwa sebagian besar obesitas disebabkan oleh karena interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan, antara lain aktifitas, gaya hidup, sosial ekonomi dan nutrisional yaitu perilaku makan dan pemberian makanan padat terlalu dini pada bayi.3,4
q  Faktor Genetik .
Parental fatness merupakan faktor genetik yang berperanan besar. Bila kedua orang tua obesitas, 80% anaknya menjadi obesitas; bila salah satu orang tua obesitas, kejadian obesitas menjadi 40% dan bila  kedua orang tua tidak obesitas, prevalensi menjadi 14%.5 Hipotesis Barker menyatakan bahwa perubahan lingkungan nutrisi intrauterin menyebabkan gangguan perkembangan organ-organ tubuh terutama kerentanan terhadap pemrograman janin yang dikemudian hari bersama-sama dengan pengaruh diet dan stress lingkungan merupakan predisposisi timbulnya berbagai penyakit dikemudian hari. Mekanisme kerentanan genetik terhadap obesitas melalui efek pada resting metabolic rate, thermogenesis non exercise, kecepatan oksidasi lipid dan kontrol nafsu makan yang jelek.10,11 Dengan demikian kerentanan terhadap obesitas ditentukan secara genetik sedang lingkungan menentukan ekspresi fenotipe.11
q  Faktor lingkungan.
1.   Aktifitas fisik.
Aktifitas fisik merupakan komponen utama dari energy expenditure, yaitu sekitar 20-50% dari total energy expenditure. Penelitian di negara maju mendapatkan hubungan antara aktifitas fisik yang rendah dengan kejadian obesitas. Individu dengan aktivitas fisik yang rendah mempunyai risiko peningkatan berat badan sebesar ≥ 5 kg.10 Penelitian di Jepang menunjukkan risiko obesitas yang rendah (OR:0,48) pada kelompok yang mempunyai kebiasaan olah raga, sedang penelitian di Amerika menunjukkan penurunan berat badan dengan jogging (OR: 0,57), aerobik (OR: 0,59), tetapi untuk olah raga tim dan tenis tidak menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan.8 
Penelitian terhadap anak Amerika dengan tingkat sosial ekonomi yang sama menunjukkan bahwa mereka yang nonton TV ≥ 5 jam perhari mempunyai risiko obesitas sebesar 5,3 kali lebih besar dibanding mereka yang nonton TV ≤ 2 jam setiap harinya.10
2.      Faktor nutrisional.
      Peranan faktor nutrisi dimulai sejak dalam kandungan dimana jumlah lemak tubuh dan pertumbuhan bayi dipengaruhi berat badan ibu. Kenaikan berat badan dan lemak anak dipengaruhi oleh : waktu pertama kali mendapat makanan padat, asupan tinggi kalori dari karbohidrat dan lemak5 serta kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung energi tinggi.3,5
      Penelitian di Amerika dan Finlandia menunjukkan bahwa kelompok dengan asupan tinggi lemak mempunyai risiko peningkatan berat badan lebih besar dibanding kelompok dengan asupan rendah lemak dengan OR 1.7. Penelitian lain menunjukkan peningkatan konsumsi daging akan meningkatkan risiko obesitas sebesar 1,46 kali.8 Keadaan ini disebabkan karena makanan berlemak mempunyai energy density lebih besar dan lebih tidak mengenyangkan serta mempunyai efek termogenesis yang lebih kecil dibandingkan makanan yang banyak mengandung protein dan karbohidrat. Makanan berlemak juga mempunyai rasa yang lezat sehingga akan meningkatkan selera makan yang akhirnya terjadi konsumsi yang berlebihan.10 Selain itu kapasitas penyimpanan makronutrien juga menentukan keseimbangan energi. Protein mempunyai kapasitas penyimpanan sebagai protein tubuh dalam jumlah terbatas dan metabolisme asam amino di regulasi dengan ketat, sehingga bila intake protein berlebihan dapat dipastikan akan di oksidasi; sedang karbohidrat mempunyai kapasitas penyimpanan dalam bentuk glikogen hanya dalam jumlah kecil. Asupan dan oksidasi karbohidrat di regulasi sangat ketat dan cepat, sehingga perubahan oksidasi karbohidrat mengakibatkan perubahan asupan karbohidrat. Bila cadangan lemak tubuh rendah dan asupan karbohidrat berlebihan, maka kelebihan energi dari karbohidrat sekitar 60-80% disimpan dalam bentuk lemak tubuh. Lemak mempunyai kapasitas penyimpanan yang tidak terbatas. Kelebihan asupan lemak tidak diiringi peningkatan oksidasi lemak sehingga sekitar 96% lemak akan disimpan dalam jaringan lemak.1               
      3.   Faktor sosial ekonomi.
Perubahan pengetahuan, sikap, perilaku dan gaya hidup, pola makan, serta peningkatan pendapatan mempengaruhi pemilihan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi.5 Suatu data menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir terlihat adanya perubahan gaya hidup yang menjurus pada penurunan aktifitas fisik, seperti: ke sekolah dengan naik kendaraan dan kurangnya aktifitas bermain dengan teman serta lingkungan rumah yang tidak memungkinkan anak-anak bermain diluar rumah, sehingga anak lebih senang bermain komputer / games, nonton TV atau video dibanding melakukan aktifitas fisik. Selain itu juga ketersediaan dan harga dari junk food yang mudah terjangkau akan berisiko menimbulkan obesitas.12

Referensi:



Gizi Untuk Atlet


Olahraga dan asupan gizi yang cukup sangat erat hubungannya antara yang satu dengan yang lain. Hal ini mempertimbangkan fakta bahwa seorang olahragawan sangat membutuhkan lebih banyak energi agar dapat melakukan kegiatan olahraganya secara efektif. Jadi olahragawan sangat penting untuk memperhatikan nutrisi demi kinerja terbaik saat melakukan olahraga.
Terkaitan dengan kecukupan gizi bagi para atlet, ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan dengan baik, seperti memilih makanan, waktu makan, pemilihan suplemen, dan masih banyak lagi. Hal ini sangat perlu untuk diputuskan karena beberapa faktor, yaitu kebutuhan energi para atlet, komposisi tubuh, kebutuhan nutrisi, dll.
Berikut adalah beberapa tips diet gizi bagi atlet:
Olahragawan perlu mengkonsumsi lemak, karena 20-25 % energi yang akan dikeluarkan harus berasal dari lemak. Jika asupan lemak kurang dari itu, maka atlet tidak akan mampu meningkatkan kinerjanya.
Kebutuhan makan sebelum, selama dan setelah melakukan olahraga.
  • Hal ini diperlukan untuk membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga bisa membantu meningkatkan kinerja atlet.
  • Ketika seorang atlet melakukan kegiatan olahraga, maka ia akan banyak kehilangan cairan dan menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi pada akhirnya bisa menyebabkan stroke. Jadi, sangat penting untuk minum air yang cukup selama, dan setelah olahraga .
  • Dianjurkan bagi olahragawan untuk makan dengan diet seimbang, yang terdiri dari banyak asupan protein, vitamin dan mineral. Makanan mengandung Karbohidrat kompleks, dan asupan lemak sebaiknya dalam jumlah yang cukup banyak.
  • Sangat penting untuk merencanakan makanan setelah berolahraga, atau makanan saat olahraga,  yang memberikan manfaat terbaik untuk pengisian energi. Batasi jumlah makan garam dan mengkonsumsi gula sederhana. Serta Jangan mengubah rencana diet, sebelum selesai melakukan kompetisi olahraga.
  • Jika merasakan semacam nyeri di perut atau usus , berarti tandanya harus memperoleh asupan serat yang tinggi, atau makanan yang mengandung lemak setelah atau saat latihan olahraga. Selanjutnya berhati-hati agar hal itu tak terulang lagi.
Makanan yang harus di Hindari oleh olahragawan atau atlet
Makanan merupakan faktor yang paling menentukan terhadap kinerja berolahraga. Bahkan makanan yang Anda makan sebelum atau setelah latihan bisa mempengaruhi fisik serta kesehatan mental. Makan-makanan dalam jumlah cukup adalah hal lain yang juga perlu untuk dipertimbangkan, karena Anda pasti tidak ingin terganggu karena masalah perut kosong. Namun Anda juga harus tahu makanan apa yang harus dimakan dan makanan apa yang tidak boleh makan. Berikut makanan yang perlu dihindari atlet :

Makanan manis: Makanan manis, seperti kue, kue kering, puding, es krim, permen, biskuit dll, harus dihindari sebelum berolahraga atau kegiatan yang membutuhkan daya tahan tinggi, karena dapat menyebabkan kadar gula darah turun, yang mungkin pada akhirnya menyebabkan kelelahan. Makanan yang tinggi gula juga bisa menyebabkan perut kembung, bengkak dan akhirnya menyebabkan gas atau gangguan pencernaan.

Kafein: Pengaruh kafein bisa berbeda-beda tiap orang . Beberapa orang mungkin merasa mendapat lebih banyak energi saat melakukan aktivitas olahraga, sedangkan yang lain mungkin merasa gugup dan merasa sulit berkonsentrasi setelah mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein. Selain itu, asupan minuman seperti teh dan kopi dapat menyebabkan dehidrasi. Efek samping seperti mual dan sakit kepala juga terkait dengan mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein. Kafein juga dikenal bersifat diuretik, yaitu dapat menyebabkan pengurangan cairan tubuh dan juga dapat mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Kafein bisa menambah energi, tapi juga dikatakan memiliki efek yang negatif bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Gorengan: Karena makanan yang digoreng banyak mengandung minyak, maka tubuh akan membutuhkan waktu yang lama untuk mencerna lemak yang ada di dalamnya. Anda mungkin akan merasa mengantuk dan tidak bisa berkonsentrasi pada saat melakukan aktivitas apapun, karena gorengan membuat perut berat. Oleh karena itu hindari mengkonsumsi makanan gorengan sebelum melaksanakan sebuah kegiatan ketat.

Makanan berlemak: Hindari makanan berlemak seperti daging (terutama daging merah dan produk daging seperti sosis, burger,  ham dan dressing seperti mayones, saus krim dan krim salad. Hindari minum susu full cream sebelum berolahraga. Makanan-memakan seperti ini membutuhkan waktu lama untuk bisa dicerna dan dipecah dalam tubuh. Ini biasanya tersedia dalam bentuk gorengan, makanan cepat saji, atau makanan panggang yang membutuhkan waktu lama untuk diekskresikan . Oleh karena itu,  adalah wajib untuk mengurangi atau menghilangkan konsumsi makanan berlemak sebelum latihan ketahanan tinggi atau olahraga. Namun jika Anda merasa bahwa mengkonsumsi makanan berlemak adalah suatu keharusan, maka Anda bisa memilih makanan seperti yogurt, roti gandum, bagel, energy bar, dll,  yang lebih tinggi karbohidrat dan relatif lebih rendah kadar lemak.

Makanan Kaya Serat: Makanan berserat sangat sulit untuk memecah, dan perlu waktu lama untuk bisa dicerna sebelum diserap tubuh. Jika makanan berserat dikonsumsi sebelum olahraga atau latihan, bisa menyebabkan sakit perut atau kram otot yang akan menghalangi kinerja Anda. Makanan yang tinggi kandungan serat biasanya dalam bentuk buah-buahan dan sayuran dengan kulit seperti apel, kacang-kacangan, lentil, aprikot dan plum. Makanan ini harus benar-benar dihindari, atau setidaknya dikupas sebelum dikonsumsi. Makanan berserat ini bisa diganti dengan asupan tinggi karbohidrat atau protein .

Minuman bersoda: Terlepas dari yang manis, minuman bersoda dapat menyebabkan masalah lambung bila dikonsumsi sebelum atau setelah olahraga. Minuman bersoda dapat menyebabkan masalah keasaman dan pencernaan. Hal ini juga dapat menyebabkan peningkatan insulin tajam, dan diikuti dengan penurunan kadar gula darah drastis setelah latihan .
Dengan waktu yang tepat, makanan ini bisa meningkatkan kesehatan daripada merusak kinerja. Namun  ini adalah dasar diet pra-latihan yang tidak harus dipatuhi untuk semua keadaan.
Referensi:

Faktor Utama Penyebab Banjir Di Jakarta


Penyebab banjir di Jakarta terdiri dari 3 faktor utama. Seperti kemacetan, banjir ini juga merupakan masalah lama yang harus diatasi secepat mungkin tak peduli siapa pun yang menjadi Gubernur Jakarta. Apalagi Jakarta sebagai pusat ibukota.
Warga di komplek IKPN, Bintaro, Jakarta Selatan dievakuasi Selasa (3/4).
Warga di komplek IKPN, Bintaro, Jakarta Selatan dievakuasi Selasa (3/4).
3 faktor yang menjadi penyebab banjir di Jakarta ialah:
  • Penyempitan sungai/kali

Ery Basworo yang menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum di Pemprov DKI Jakarta menyatakan bahwa penyebab banjir di Jakarta catchment area (area tangkapan) sungai sudah semakin berkurang. Khususnya di Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.
Contohnya bisa dilihat di Kali Krukut yang lebarnya rata-rata hanya lima meter. Padahal lebar normalnya ‘seharusnya’ sepuluh meter.
Di Jakarta, lebar sungai kebanyakan hanya sekitar lima meter. Padahal agar berfungsi sebagai area tangkapan yang normal, setidaknya dibutuhkan lebar sepanjang 20 meter.
Lalu apa penyebab kali tersebut jadi sempit? Banyak bangunan di samping kali yang membuat lebar kali dipangkas jadi lima meter saja. Serta banyaknya sampah yang dibuang di kali juga ikut berperan serta sebagai penyebab utama Jakarta kebanjiran. Sampah-sampah itu selain mengurangi daya tampung kali, juga menghambat aliran air.
  • Kali meluap

Kali Angke, Kali Ciliwung, Kali Krukut dan Kali Pesanggrahan meluap sehingga beberapa wilayah Jakarta dan Tangerang terendam air.
Selain karena penyempitan yang disengaja, penyempitan karena sampah dan faktor kedalaman sungai yang ‘dihemat’ membuat semuanya masuk akal bila kali-kali di Jakarta meluap dengan mudahnya. Apalagi di musim hujan, meski intensitas curah hujan tak begitu besar, meluapnya beberapa kali sudah cukup untuk membuat banjir kiriman.
Dalam hal ini berarti curah hujan tak bisa disalahkan.
  • Daerah hulu terpisah

Menurut Alex Noerdin, daerah hulu seperti Bogor dan Cianjur harus digandeng. Selain itu, beberapa wilayah seperti Tangerang, Bekasi dan Depok juga perlu digandeng agar banjir tak lagi menyerang Jakarta. Wilayah Jakarta itu sendiri juga harus dibenahi.
Bisa disimpulkan, banjir di Jakarta disebabkan karena kelalaian sendiri. Sungai yang seharusnya bisa menampung air hujan malah berfungsi tidak sebagaimana mestinya. Serta pengaturan tata letak kota yang seharusnya bisa mengantisipasi banjir, apalagi sekelas ibukota. Tentunya pihak pemerintah menjadi sorotan utama dalam kasus ini.
Jakarta dilanda banjir pada beberapa wilayah seperti kawasan Lebak Bulus, Kemang, Pondok Labu, Jalan Ciledug Raya, Pesanggrahan, Jatinegara, Kebon Jeruk dan Kampung Melaya. Parahnya, ketinggian air mencapai satu hingga dua meter.
Banjir yang disebabkan guyuran hujan mulai Senin (2/4) tersebut membuat banyak warga yang memilih mengungsi. Pemerintah diharapkan segera mengantisipasi dan menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, terutama bantuan akan pencegahan penyakit yang disebabkan banjir
Referensi:

Efek Kafein


Kopi mendapatkan popularitas karena efeknya yang menunda kantuk, memberikan rasa senang dan bersemangat serta membangkitkan vitalitas peminumnya. Ini disebabkan oleh efek kafein pada Reticular Ascending System dan reseptor adenosin. Adenosin adalah zat yang menyebabkan kantuk. Dengan memblokir reseptornya, tubuh tidak bisa membaca adanya adenosin sehingga mengahalangi kantuk.
Kadar kafein mencapai puncaknya dalam 30-60 menit setelah dikonsumsi. Kadarnya akan tetap tinggi dalam darah selama 3 hingga 5 jam. Dosis setara dengan secangkir kopi (30-150mg) yang dikonsumsi sebelum tidur dapat memperpanjang waktu yang diperlukan untuk tidur dan juga mengganggu proses tidur itu sendiri. Gangguan proses tidur akibat kafein adalah buruknya kualitas tidur akibat tahapan tidur dalam (stage N3 sleep) yang memendek. Padahal tahap tidur dalam, sering juga disebut restorative sleep, adalah tahapan tidur penting dimana tubuh mengeluarkan hormon pertumbuhan yang berfungsi dalam perbaikan sel-sel tubuh yang rusak. Pada beberapa orang yang sensitif terhadap kafein, dengan konsumsi kopi di pagi hari sudah dapat mengganggu proses tidur di malam harinya.
Kafein dosis tinggi (> 6 cangkir kopi) dalam sehari dapat memperlambat metabolisme kopi sehingga kadarnya tetap tinggi di otak selama 9 hingga 15 jam. Sementara dengan dosis luar biasa, 100 cangkir (10 gram) sehari dapat menyebabkan kematian.
Efek samping dari kafein dosis tinggi antara lain:
• Kecemasan yang berkepanjangan.
• Sulit berkonsentrasi.
• Ketegangan otot.
• Peningkatan frekwensi berkemih (kencing.)
• Agitasi, terlalu bersemangat hingga serangan panik.
• Rasa pusing, kejang dan vertigo.
• Suhu tubuh meningkat.
• Disorientasi hingga paranoia.
• Jantung berdebar-debar.
• Mual
• Sulit tidur.

Efek Kafein
Efeknya pada kesehatan masihlah kontroversial, namun demikian kafein dapat juga digunakan untuk menangani kasus-kasus hipersomnia dimana penderitanya merasakan kantuk berlebih di siang hari. Namun demikian perlu ditekankan bahwa penggunaan kafein pada hipersomnia hanyalah perawatan simptomatis yang mengurangi gejala kantuk. Diperlukan pemeriksaan dan perawatan menyeluruh untuk mengatasi penyakit yang sebenarnya. Perawatan yang biasanya dilakukan di Sleep Disorder Clinic, diawali dengan pemeriksaan laboratorium tidur untuk mendeteksi gangguan yang diderita, lalu dilanjutkan dengan perawatan. Gangguan tidur yang dapat menyebabkan hipersomnia adalah sindroma tungkai gelisah, sleep apnea (mendengkur) dan narkolepsi.
Efek stimulan kafein memang tidak sekuat kokain maupun amphetamine (pil ekstasi,) namun ia tetap dapat menimbulkan ketergantungan. Penghentian konsumsi kafein secara mendadak akan membangkitkan efek kecanduan seperti rasa sakit kepala, vitalitas yang menurun, kantuk amat sangat serta depresi.
Konsumsi kopi untuk menahan kantuk saat bekerja pun tidak dianjurkan. Apalagi jika pekerjaan tersebut melibatkan pengoperasian alat berat atau mengendara. Karena kafein terbukti menghambat kantuk dan membuat orang merasa segar kembali, tetapi kemampuan mental serta refleks menjadi terganggu. Pekerja shift malam lebih banyak mengonsumsi kopi dibandingkan dengan pekerja biasa. Tetapi resiko untuk mengalami kecelakaan lalu lintas maupun di tempat kerja tidaklah berkurang. Sebuah penelitian lain yang dilakukan pada anggota Navy Seals Amerika menunjukkan bahwa konsumsi kafein setelah mengalami kondisi kurang tidur akan meningkatkan vitalitas dan kewaspadaan seseorang. Tetapi kemampuannya untuk menembak dengan tepat berkurang jauh.
Para pelajar yang suka mengonsumsi kopi untuk menahan kantuk juga perlu memperhatikan efek-efek tadi. Malam menjelang ujian, biasa diisi dengan belajar dan menghapal. Untuk memperpanjang waktu belajar, kopi pun diminum. Akibatnya walaupun kantuk hilang dan otak terasa segar, kemampuan untuk belajar sudah menurun. Dipagi hari dengan bermodalkan secangkir kopi lagi, ujian pun dijalani. Kemampuan otak untuk mengingat kembali hapalan biasanya tidak terganggu, tetapi kemampuan untuk memproses data hapalan secara kreatif jelas menurun. Akibatnya banyak pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan baik. Apalagi ketika efek kafein mulai meninggalkan tubuh di siang harinya. Seluruh badan terasa tidak karuan, mata pun tak kuasa menahan kantuk. Ini disebabkan oleh hutang tidur yang menagih. Dengan demikian, jelas bahwa kafein tidak dapat menggantikan tidur.
Bagaimana dengan pengendara jarak jauh? Mengendara dengan kantuk, justru lebih berbahaya dibanding mengendara dalam kondisi mabuk. Kafein memang dapat menahan kantuk, namun tidak ada yang dapat mengembalikan kemampuan mental dan refleks mengendara, sebaik tidur. Untuk itu, jika Anda mengantuk saat mengendara, jalan terbaik adalah menghentikan kendaraan dan tidur sejenak selama 15-30 menit. Setelah bangun, barulah konsumsi kafein dan lanjutkanlah perjalanan.

Referensi:

Dampak Negatif Media Sosial


Saat ini perkembangan aplikasi media sosial seperti Facebook, Twitter dll,mengalami perkembangan yang sangat pesat baik di kalangan remaja maupun anak-anak.Sebagai aplikasi media sosial hal ini tentu saja membawa banyak dampak baru dalam perkembangan remaja dan anak-anak, baik dampak negatif maupun positif. Dampak positif media sosial dalam perkembangan IT sebenarnya membawa banyak keuntungan, misalnya saja memudahkan dalam hal komunikasi, mencari dan mengakses informasi.Namun di selain itu hal ini juga membawa hal negatif bagi para anak-anak dan remaja yangsalah dalam penggunaan fungsinya tersebut.Dalam hal ini kita sebagai pengguna media sosialharus lebih jeli dalam hal menggunakan fungsi dari media sosial tersebut.
Kemajuan Teknologi akan berpengaruh Negatif pada aspek budaya:
  1. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
  2. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibatnya bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
  3. Pola interaksi antar manusia yang berubah kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC) , internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (WARNET) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer.  Melalui    program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

Dampak Negatif Internet dilihat dari segi hukum :

Cybercrime Adalah kejahatan yang di lakukan seseorang dengan sarana internet di dunia maya yang bersifat.
• Melintasi batas Negara
• Perbuatan dilakukan secara illegal
• Kerugian sangat besar
• Sulit pembuktian secara hukum

Bentuk-bentuk cybercrime sebagai berikut :
  • Hacking – Usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi atupun mencari kelemahan system jaringan.
  • Cracking – Usaha memasuki secara illegal sebuah jaringan dengan maksud mencuri, mengubah atau menghancurkan file yang di simpan padap jaringan tersebut.


Parnografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan parnografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.

Violence And Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
sehingga pembuktian secara hukum agak sulit di tindak, karena para pelaku kejahatan dalam internet bisa berada dimana saja.
Referensi:

Dampak Negatif Junkfood


Junk food sering diidentikkan dengan makanan cepat saji. Makanan jenis ini umumnya dikonsumsi oleh masyarakat perkotaan yang memiliki waktu terbatas sehingga memilih untuk mengkonsumsi makanan instant yang tidak perlu menunggu waktu lama untuk memakannya. Junk food merupakan jenis makanan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi terlalu sering karna makanan jenis ini memiliki kandungan nilai gizi yang minim namun mengandung kalori, lemak, serta gula yang cukup tinggi
Junk food sendiri seperti telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan yang sangat sibuk dengan aktivitas pekerjaan. Makanan yang termasuk junk food antara lain hamburger, hot dog, French fries, minuman bersoda, pemen serta berbagai jenis kue yang menggunakan pemanis buatan.
Terlalu sering mengkonsumi junk food bisa berakibat kurang baik bagi kesehatan Anda. Rendahnya kandungan gizi serta tingginya kalori yang dikandung oleh junk food bisa memicu berbagai macam jenis penyakit. Ancaman paling nyata dari terlalu seringnya makan junk food adalah obesitas. Selain itu, junk food juga turut berperan untuk meningkatkan resiko terkena diabetes, serangan jantung serta hipertensi.
Berikut ini adalah beberapa efek negatif dari junk food seperti dikutip dari situs randomhistory.com
1.      Menggangu proses metabolisme
Orang-orang barat cukup gemar mengkonsumsi junk food sehingga hormon insulin mereka tetap tinggi sepanjang hari. Hal ini bisa menyebabkan proses metabolisme dalam tubuh menjadi terganggu serta menimbulkan resiko penyakit diabetes tipe 2. Ada lebih dari 250 juta orang yang akhirnya menjadi cacat serta meningal dunia karena hal ini
2.      Bahaya untuk ibu hamil
Ibu-ibu yang sedang mengandung buah hati sebaiknya menghindari makan junk food. Selain kurang baik untuk diri sendiri, efek junk food juga akan dibawa pada bayi yang sedang dikandung. Anak akan jadi rentan terhadap serangan diabetes serta hipertensi
3.      Kanker payudara
Beberapa penelitian di China mengungkapkan bahwa tingkat kanker payudara di negara tersebut meningkat akibat gaya hidup “modern” dengan terlalu sering mengkonsumsi junk food.
4.      Meningkatkan perilaku kekerasan pada anak
Beberapa makanan yang tergolong dalam junk food memiliki zat adiktif serta mengandung pemanis buatan. Zat-zat tersebut akan membuat anak menjadi lebih hiperaktif serta mudah terganggu. Hal ini akan menyebabkan si anak, terutama laki-laki, menjadi gemar berkelahi
5.      Efek negatif junk food bagi otak
Menurut penelitian yang dilakukan terhadap tikus putih membuktikan bahwa mengkonsumsi junk food dapat menyebabkan terjadinya gangguan di otak selain itu memberi efek ketagihan seperti jika berhenti mengkonsumsi makanan junk food akan memicu rasa cemas serta depresi. Universitas Montreal yang meneliti masalah junk food ini melakukan percobaan dengan memberikan tikus putih makanan yang mengandung tinggi gula dan lemak seperti kandungan junk food, mereka akan mengalami aktivitas kimia berbeda di otaknya dan menunjukkan gejala ketagihan saat konsumsi makanan tersebut dihentikan. Menurut Dr. Stephanie Fulton, perubahan pola makan dapat menyebabkan timbulnya gejala ketagihan serta sensitivitas yang cukup tinggi terhadap situasi yang menimbulkan stres sehingga mengakibatkan terjadinya pola makan yang buruk.
Meski terasa nikmat dan dapat didapatkan dengan mudah dan cepat, junk food memiliki cukup banyak resiko bagi kesehatan sehingga Anda disarankan untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi jenis makanan tersebut. Akan lebih baik jika mengkonsumsi sayur-sayuran hijau serta buah-buahan. Sebuah study yang dilakukan oleh University of Leicester menemukan bahwa sayuran hijau dan buah-buahn mampu mengurangi resiko diabetes tipe 2 hingga 14%

Referensi: