Wednesday, October 14, 2015

Analisis rate of return


            I.                   Definisi Rate of Return
Jogiyanto (2003), membedakan return saham menjadi dua jenis yaitu return realisasi (realized return) dan return ekspektasi (expected return). Return realisasi merupakan return yang telah terjadi dan dihitung berdasarkan data historis. Return realisasi penting sebagai dasar pengukuran kinerja perusahaan, serta sebagai dasar penentuan return ekspektasi dan resiko di masa mendatang. Sedangkan return ekspektasi merupakan return yang diharapkan terjadi di masa mendatang dan bersifat tidak pasti (belum terjadi).
Rate of Return (ROR) adalah tingkat pengembalian saham atas investasi yang dilakukan oleh investor. Komposisi penghitungan rate of return (return total) adalah capital gain (loss) dan yield. Capital gain (loss) merupakan selisih laba/rugi karena perbedaan harga sekarang yang lebih tinggi atau lebih rendah bila dibandingkan dengan harga periode waktu sebelumnya. Sedangkan yield merupakan persentase penerimaan kas secara periodik terhadap harga investasi periode tertentu dari sebuah investasi. Untuk saham, yield merupakan persentase dividen terhadap harga saham periode sebelumnya. Untuk obligasi, yield merupakan prosentase bunga pinjaman yang diperoleh terhadap harga obligasi sebelumnya (Jogiyanto 2003:111).
Dalam menghitung rate of return dapat digunakan rumus sebagai berikut :
ROR    = Capital gain (loss) +Yield
= ( Pt – Pt-1 / Pt-1 ) + Dt / Pt-1
= ( Pt – Pt-1+ Dt / Pt-1 ) x 100%
Keterangan :
Pt         = Harga saham sekarang
Pt – 1   = Harga saham periode lalu
Dt - 1   = Deviden yang dibayarkan sekarang


II.      Macam – macam Rate of Return
           1.      Average Rate of Return
Average Rate of Return disebut juga accounting rate of return atau accounting return to investment adalah metofe penilaian investasi yang berusaha menunjukkan ratio atau perbandingan antara keuntungan neto tahunan terhadap nilai investasi yang diperlukan untuk memperoleh laba/keuntungan tersebut baik diperhitungkan dengan nilai investasi ( initial investment ) atau rata – rata investasi ( average investment ).
Jadi average rate of return dapat dihitung dengan
Keuntungan neto tahunan / nilai investasi awal = nett income / initial investment
Metode ARR mempunyai kelemahan – kelemahan antara lain :
Perhitungan ARR tidak memperhatikan time value of money
Menitik beratkan pada perhitungan accounting dan bukan pada cash flow dari investasi yang bersangkutan, sehingga suatu investasi yang mempunyai umur penyusutan lebih cepat akan mengakibatkan keuntungan neto yang lebih rendah dan di satu pihak meninggikan cash flow, oleh karena penyusutan bukan merupakan pengeluaran kas. ARR dapat dianalisa dengan beberapa cara, sehingga diperlukan standar perbandingan yang sesuai dengan cara – cara tersebut dan dimungkinkan dapat terjadi kesalahan memperbandingkan.
          2.      Internal Rate of Return
Internal Rate of Return dalah tingkat diskonto ( discount rate ) yang menjadikan sama antara present value dari penerimaan cash dan present value dari nilai investasi discount rate/tingkat diskonto yang menunjukkan net present value atau sama besarnya dengan nol.
Oleh karena itu, IRR adalah merupakan tingkat diskonto dari persamaan di bawah ini :
IO = [ P1 / ( 1 + i )1 ] + [ P2 / ( 1 + i )2 ] + [ P3 / ( 1 + i )3 ] +,.,.,[ Pn / ( 1 + i )n ]
dimana :
IO        = Initial Outlays ( Nilai Investasi mula – mula )
Pt         = Net Cash Flow ( Proceed ) pada tahun ke – t
i           = Tingkat diskonto
n          = Lama waktu / periode umur investasi
Kelemahan – kelemahan pada metode IRR adalah :
1. Tingkat diskonto yang dihitung akan merupakan nilai yang sama untuk setipa tahun ekonomisnya. Metode IRR tidak memungkinkan menghitung IRR yang mungkin berbeda stiap tahunnya. Padahal secara toritis dimungkinkan terjadi tingkat bunga yang berbeda setiap tahun.
2. Bisa diperoleh i yang lebihdari satu angka ( multiple IRR ). Dengan demikian timbul masalah, yaitu i mana yang akan kita pergunakan.
3. Pada saat perusahaan harus memilih proyek yang bersifat mutually exclusive, kita mungkin salah memilih proyek kalau kita menggunakan kriteria IRR. Penggunaan IRR akan tepat kalau dipergunakan Incremental IRR.

           III.                Analisis Laju / Tingkat Pengembalian ModalRate of Return (RoR)
RoR     : Suku bunga dimana ekivalensi nilai pengeluaran = ekivalensi pemasukan yang terjadi pada suatu alternatif
Suatu investasi biasanya dibandingkan dengan suku bunga di Bank (MARR = Minimum Attractive Rate of Return)
Jika      i > MARR ®  Menguntungkan
i < MARR ®  Merugikan
Seperti halnya pada EUAC dan PW, RoR dapat diterapkan untuk pemilihan alternatif.
Perhitungan RoR identik dengan “profit” dalam teori ekonomi
Metode :
1.IRR  : Internal Rate of Return
2.ERR : External Rate of Return
3.ERRR: External Reinvest Rate of Return
Perhitungan IRR
-          Jika menggunakan PW
PW Biaya = PW Pemasukan
PW Biaya – PW Pemasukan = 0
        NPW atau NPV = 0
-          Jika menggunakan EUAC
EUAC Biaya = EUAC Pemasukan
EUAC Pemasukan – EUAC Biaya = 0
                                              NAW = 0

Contoh
Hitung Rate of Return dari
Tahun                             0         1          2          3          4         5
Aliran Kas (Jt)             -595     250      200      150      100      50
Jawab :
NPW atau NPV = 0
595 jt – 250 jt (P/A; i; 5) + 50 jt (P/G; i; 5) = 0
Dengan Trial & Error :
i1 = 10 %         NPV1   = 595 jt – 250 jt (3,791) + 50 jt (6,682)
 = - 18,65 jt
i2 = 12 %         NPV2   = 595 jt – 250 jt (3,605) + 50 jt (6,397)
 = + 13,60 jt
IRR     = i1 + ( i2– i1NPV1 / NPV– NPV2
= 10 % + 2 %  [ - 18,65 / -18,65 – (+ 13,6)]
            = 11, 15 %
Contoh
Biaya investasi            : 200 jt
Pemasukan                  : 100 jt/th
Pengeluaran                 : 50 jt/th
Nilai sisa tahun ke 10  : 60 jt
MARR (IRR Min)       : 30 %/th
Jawab :
NAW = 0
100 jt + 60 jt (A/F; i; 10) - 200 jt (A/P; i; 10) – 50 jt = 0
50 jt + 60 jt (A/F; i; 10) - 200 jt (A/P; i; 10) = 0
Dengan Trial & Error :
i1 = 20 %         NAW1 = 5 + 6 (0,0385) - 20 (0,2385) = 0,461
i2 = 25 %         NAW2 = 5 + 6 (0,0301) - 20 (0,2801) = - 0,4214

IRR     = i1 + ( i2– i1NAW1 / NAW– NAW2   
= 20 % + 5 %  [0,461 / 0,461  (-0,4214)]
            = 22,6 %
i < MARR ®  Tidak Feasible

Contoh : 2 Alternatif
Tahun                               A                     B
    0                              - 2000 jt           - 2800 jt
    1                                  800 jt             1100 jt
    2                                  800 jt             1100 jt
    3                                  800 jt             1100 jt
MARR = 5 %/th
Jawab :
NPVA  = - 2000 jt + 800 (P/A; i; 3) = 0
IRRA   = 9,7 %
NPVB  = - 2800 jt + 1100 (P/A; i; 3) = 0
IRRB   = 8,7 %
IRRA dan IRRB> MARR       ®        Menguntungkan
IRRA dan IRRB> MARR       ®        Menguntungkan, tetapi
alternatif B lebih baik daripada alternatif A, mengapa ?
Gunakan Analisis Incremental

Tahun              B – A
0                      - 800 jt
1                      300 jt
2                      300 jt
3                      300 jt

NPV      = 0 ®  - 800 jt + 300 (P/A; i; 3) = 0
IRRB-A  = 6,1 %
6,1 % > 5 %      ®      Pilih Alternatif B (Biaya investasi lebih tinggi)

Perhitungan Rate of Return untuk 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) ® Gunakan Analisis Incremental, yaitu :
1.Hitung RoR masing-masing alternatif, hilangkan alternatif yang mempunyai RoR < MARR.
2.Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi (dari kecil – besar).
3.Bandingkan 2 alternatif sesuai dengan urutannya, hitung IRR incremental.
4.Pilih alternatif dengan IRR inc lebih tinggi dari perhitungan no. 3.
5.Bandingkan hasil perhitungan no. 4 dengan alternatif berikutnya.
6.Ulangi sampai selesai.

Contoh : 4 alternatif


A                     B                     C                     D
Biaya Awal                 400 jt               100 jt               200 jt               500 jt
Keuntungan/th            100,9 jt            27,7 jt              46,2 jt              125,2 jt
Umur                           5 th                  5 th                  5 th                  5 th
Nilai Sisa                     0                      0                      0                      0

MARR (IRR Min) 6 %/th
NPVA = 0 ® - 400 jt + 100,9 jt (P/A; i; 5) ® IRRA = 8,3 %
NPVB = 0 ® - 100 jt + 27,7 jt (P/A; i; 5) ® IRRB = 12 %
NPVC = 0 ® - 200 jt + 46,2 jt (P/A; i; 5) ® IRRC = 5 %
NPVD = 0 ® - 500 jt + 125,2 jt (P/A; i; 5) ® IRRD = 8 %
IRRC< MARR ® Alternatif C lenyapkan

B                     A                     D        
Biaya Awal                 100 jt               400 jt               500 jt
Keuntungan/th            27,7 jt              100,9 jt            125,2 jt
Bandingkan A terhadap B
A – B
Biaya Awal                 300 jt
Keuntungan/th            73,2 jt
NPVA-B= 0 ® - 300 jt + 73,2 jt (P/A; i ; 5)
IRR     = 7 % (Pilih A)


Bandingkan A terhadap D
D – A
Biaya Awal                 100 jt
Keuntungan/th            24,3 jt
NPVD-A = 0 ® - 100 jt + 24,3 jt (P/A; i ; 5)
IRR        = 6,9 % (Pilih D)


Rate of Return Analysis
 Analisis rate of return menghasilkan solusi berupa tingkat suku bunga yang berlaku pada serangkaian arus kas masuk dan arus kas keluar alternatif. Besarnya tingkat suku bunga i* dapat dihitung dengan salah satu dari analisis PW, FW atau AW berikut:
PWpendapatan = PWpegeluaran                                        
FWpendapatan = FWpengeluaran                              Net Present Worth = 0
AWpendapatan = AWpengeluaran                             EUAB – EUAC = 0
Metode yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan adalah trial-and-error sampai nilai i* diperoleh dengan interpolasi.
Kriteria pengambilan keputusan untuk alternatif tunggal, nilai i* yang diperoleh dibandingkan dengan MARR untuk dievaluasi:
Jika      i* ≥ MARR, alternatif layak diterima dan
i* < MARR, alternatif tidak layak diterima
Untuk memilih alternatif menggunakan analisis rate of return, dilakukan prosedur incremental untuk membandingkan alternatif satu dengan lainnya.
  1. Urutkan alternatif-alternatif yang akan dibandingkan mulai dari alternatif dengan nilai investasi kecil.
  2. Hitung i* alt.1, untuk membandingkan alt. tidak melakukan pilihan (do nothing – DN) sebagai alt. dasar yang layak dengan alt.1 sebagai alt. pembanding. Jika diperoleh nilai i* < MARR, maka alt. DN tetap menjadi alt. layak. Namun jika nilai i* ≥ MARR, alt. pertama akan menggantikan DN menjadi alt. layak, dan alt. berikutnya (alt.2) menjadi alt. pembanding.
  3. Hitung incremental arus kas dari kedua alt. baru tersebut untuk setiap periode waktu dengan persamaan: incremental arus kas = arus kas alt. 2 – arus kas alt.1
  4. Hitung i* dari incremental arus kas yang diperoleh.
  5. Jika diperoleh nilai i* < MARR, alt.1 tetap sebagai alt. layak. Jika sebaliknya, alt.2 akan menggantikannya menjadi alt. layak, dan alt. berikutnya (alt.3) menjadi alt. pembanding.
  6. Ulangi langkah 3 sampai dengan langkah 5 hingga semua alt. selesai dibandingkan. Pilih alt. layak terakhir sebagai alt. terbaik.


Referensi:


https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif